I Miss You

Pertengahan tahun 2005 kita bertemu untuk pertama kalinya. Saat itu aku datang ke sekolah sebagai murid baru. Aku masuk ke kelas bersama seorang guru yang menjadi wali kelasku. Aku memperkenalkan diri di depan kelas dan guru itu menyuruhku duduk di sampingmu. Selama pelajaran berlangsung aku langsung tahu bahwa kau adalah seorang murid yang cerdas. Kau selalu menjawab pertanyaan yang di ajukan dengan benar. Awalnya aku ragu untuk mengajakmu berbicara tapi setelah melihat kau berinteraksi dengan teman yang lain aku pun memberanikan diri mendekatimu. Perkenalan kita berawal dari pertanyaan “Kenapa pindah sekolah, Riza?” yang kau ajukan kepadaku. Setelah itu, kita sering bermain bersama-sama. Aku sering datang ke rumahmu mengerjakan tugas bersama dan membuat kue. Satu hal yang selalu aku ingat adalah kau dan sepedamu. Kau selalu bepergian dengan mengayuh sepedamu. Ke sekolah, pergi les, dan berkeliling. Banyak pula kenangan yang kita ukir bersama dengan sepeda. Tahun berlalu, kita mulai memasuki usia remaja. Kita melanjutkan pendidikan di tempat yang berbeda. Karena kesibukan kita masing-masing membuat komunikasi di antara kita tidak selalu terjalin. Hingga pada akhir Desember tahun 2013 aku mendengar kabar bahwa kau sakit. Aku datang menjengukmu sepulang sekolah bersama temanku yang lain. Walaupun mereka tidak mengenalmu tapi aku ingin mereka juga ikut mendoakan kesembuhanmu. Biar pun kau tidak sadar saat aku datang,  aku tahu kau pasti merasakan kehadiranku. Aku selalu berdoa agar Allah SWT memberikan kita kesempatan menghabiskan banyak waktu berdua. Sayangnya, manusia hanya sebagai perencana dan Allah SWT selalu sebagai penentu. Tepat pada tanggal 14 Januari 2014 kau kembali kepada Sang Maha Pencipta. Saat mendengar kabar itu aku merasa semuanya tidak benar. Karena setahuku keadaanmu sudah semakin membaik. Tapi ternyata Allah SWT lebih menyayangimu. Ia tidak ingin kau melihat betapa hancurnya dunia ini. Banyak remaja yang sudah kehilangan akalnya dan degradasi moral terjadi dimana-mana. Kerusuhan, konflik, kejahatan dan peperangan seolah sudah menjadi berita yang biasa. Aku tahu Yang Maha Bijaksana tidak ingin seorang hamba yang baik sepertimu melihat apalagi hidup di tengah-tengah situasi seperti itu. Tak terasa sudah dua tahun berlalu tapi aku masih saja merasa sedih setiap mengingatmu. Tapi kau tenang saja. Aku sudah ikhlas kok hanya saja aku merasa merindukanmu. Kau tidak perlu khawatir aku larut dalam kesedihan. Di hari aku melepasmu aku sudah menanamkan dalam hatiku bahwa kita semua akan kembali kepada Sang Pencipta. Sekarang yang aku lakukan adalah melanjutkan hidup dan meraih semua mimpi-mimpiku. Maaf ya aku gak bisa ziarah. Kamu pasti ngerti kalau aku lagi di kota lain melanjutkan pendidikan. Doakan aku ya. Aku juga selalu mendoakanmu. Kau tahu lebih dari apapun aku sangat merindukanmu… friend-quotes-images-and-graphics-2013-3

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s